13 April 2017

Ukraine Says Indonesia Accepted BTR-4s, Denies Cancellation

13 April 2017


BTR-4M of the Indonesian Marines Corps (photo : UkrOboronProm)

Information About Indonesia’s Refusal to Buy Ukrainian BTR-4 is Another Tool of Information Warfare

Information in the media about the possibility of Indonesian Marine Corps refusal to buy Ukrainian BTR-4M is the demonstration of competitive struggle for markets after the successful delivery of the first batch of Ukrainian BTR-4M in Indonesia. UKROBORONPROM enterprises will continue to fulfill all the commitments to foreign partners.

In January 2017, 5 units of armored personnel carriers BTR-4 M were successfully delivered to the Marine Corps Indonesia according to the contract signed in early 2014 between SFTE “SpetsTehnoEksport” and the Ministry of Defense of Indonesia. Testing of the military equipment in Ukraine and Indonesia by a special commission of the Customer took place prior to military equipment transfer.

Thus, in January 2017 Indonesia Ministry of Defense tested Ukrainian armored vehicles on their territory prior to accepting those into service. The Customer tested amphibious capabilities of the vehicles in the sea, conducted fire tests, checked their driving performance. According to test results the Protocol was signed. Ukrainian armored vehicles showed excellent results in accordance with all 47 evaluation parameters of this Protocol. Special commission of the Indonesian Defense Ministry had no complaints concerning the vehicles.

Similar tests were conducted in Ukraine before sending military equipment to Indonesia. On 06.15.2016 – according to the results of BTR-4M tests – representatives of the Ministry of Defense of Indonesia confirmed with the official document that the Ukrainian vehicles meet all the requirements of the international contract, and that there are no comments/complaints about the armored vehicles.

Last week media distributed false information about UOP’s alleged loss of the Thailand market. The State Concern “UkrOboronProm” once again emphasizes the need to verify the information, distribution of which can result in losing Ukraine’s image on the international arena.

(Ukroboronprom)

16 komentar:

  1. mana yang benar sih ,satu menolak satu menerima .Ya sudahlah siapa yang jago lobby dia yang menang . Performa tidak perlu yang penting beli .Mau tenggelam nanti itu urusan belakangan .. SONGLAP ?

    BalasHapus
  2. Tinggal dilihat aja, pesanan berlanjut atau beli yang lain.

    BalasHapus
  3. Moderensasi alutsista pembelian senjata buat tni bagus nya team independent kpk di ikutkan . Rahasianya adalah di deploment dan pergelarannya itu mungkin harus di rahasiakan tidak cara belli alutsista dari luar negeri musti main peta umpet lewat pintu belakang hanya bikin boroker calo tambah leluasa cari untung besar .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini berita tentang BTR4 banyak di artikel militer dimana-mana .Memuji setinggi langit tapi nyatanya setelah di test daya apungnya sangat rendah ,juga nungging kalau diajak berenag sehingga tidak bisa dipacu sesuai dengan spec yang gembar -gemborkan .
      Sekarang yang menentukan di beli atau tidaknya sangat tergantung broker .Ada juga fan's boy yang juga dipasang untuk membangun image BTR4 paling bagus.
      Terus kalau sudah begini kita hanya dapat sampah .Masih untung kita tidak lagi perang ,paling latihan .Kendaraan tak perlu di paksa ke kondisi maksimalnya.
      Kemenhan harus direformasi /di edit .Sudah sangat mengkhawatirkan .

      Hapus
    2. Entah lah jadi apa enggak,tapi kalau di runut seharusnya sudah ada kontrak lanjutan 50 unit lagi,
      Belum di isi penuh aja nungging kalau berenang

      Hapus
  4. harus nya tunggu dari pak menhan, berita nya pasti ngak putar2

    BalasHapus
  5. Baca brita gini malah miris. Gegara saingan bisnis yg jadi korban user. Lah user/korps marinir aja blom buat pernyataan apa2, perang media uda jalan duluan haha! lucu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini udah nggak lucu lagi om ,ini sudah memprihatinkan .Beli kemahalan masih bisa diterima tapi kalau performa jelek terus tetap di beli artinya membiarkan potensi kecelakaan yang merenggut jiwa terjadi.

      "According to test results the Protocol was signed. Ukrainian armored vehicles showed excellent results in accordance with all 47 evaluation parameters of this Protocol. Special commission of the Indonesian Defense Ministry had no complaints concerning the vehicles. "

      Dari 47 parameter yang di uji oleh komisi khusus kemenhan hasilnya bagus tidak ada keluhan terhadap kendaraan .

      Yah gitulah budaya orang Indonesia ,tidak suka menyinggung perasaaan orang lain .Penuh basa basi, senyum belum berarti senang?puas . Akibatnya tidak menyampaikan keluhan maka mereka menganggap hasilnya baik /excellent.

      Moga ini hanya kesimpulan mereka sendiri .

      Hapus
    2. Penilaian user kan gak perlu di publis om,..yang aneh kan sebelum di kirim ke sini kan di tes dulu di ukraina

      BANK garansinya gak bisa di batalin jadi tetep jalan

      Hapus
    3. @zaka ,untuk apa ditest bila ngk bisa dibatalin ?.

      Hapus
    4. Tes disana kan hanya uji fungsi...
      entah repotnya gmn ke kemenhan waktu test di ukraina

      Hapus
  6. Alah BTR-4M mah ampas. Buat marinir kok pas diuji coba daya apungnya jelek dan musti ditambah pelampung baru bisa lumayan. Tapi urusan batal apa ngga tunggu aja pernyataan resmi lagi dari Korps Marinir atau TNI. Kemarin kan Kemenhan yang udah ngomong batal.

    Ini Ukroboronprom ngomong begini kemungkinan cuma usaha damage control ke image produknya. Kalau usaha mereka di Indonesia gagal apa jadinya image BTR-4 di mata internasional? Bisa jadi ga ada lagi yang mau beli karena semua orang pikir kualitasnya jelek. Omongan kaya begini terutama dari produsen harus "be taken with a grain of salt". Ga usah bingung.

    BalasHapus
  7. Kenapa indonesia tidak mengembangkan produk produk yg sediada utk jadikannya seperti ini... rugi kalau asyik beli dari luar....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia belum punya kemampuan untuk men desain /memproduksi sendiri kendaraan amphibi . Ada Anoa amphibie tapi masih 6X6.

      Untuk 8x8 dan roda rantai belum ada .Yang ada adalah memodivikasi kendaraan tua BTR 50 Russia .Memodiv tentu tidak sama dengan membangun sendiri .spare parts masih pakai punya BTR 50 Rusia.
      Makanya Indonesia mencari negara yang mau menjual lisensi agar bisa di buat di dalam negri sendiri .
      http://strategi-militer.blogspot.co.id/2012/06/kendaraan-amphibi-kreasi-anak-negeri.html

      Hapus
    2. Saya menjagokan pars untuk 8x8 tapi untuk roda rantai yang terbaik adalah ZTDO5 NORINCO CHINA ,bisa jadi apc atau kendaraan serang amphibi .

      https://www.youtube.com/watch?v=Mx8-rtJeEhc

      Hapus
  8. kalau mau uji ya harus di laut berombak agak besar.....marinir mainnya di laut dari lpd ke darat....btr daya apung lemah...kayak tenggelam....heran padahal didalam negeri sudah buat prototype amphibi modifikasi btr50+lvtp7.....buatan pt cahyadi bahari.....sudah teruji di latihan gabungan tni beberapa kali....sangat jago berenang dan daya apung bagus....kenapa gak diperbanyak aja???

    BalasHapus